Relokasi Pekerja Seks Komersial Setelah Penutupan Lokalisasi Kedung Banteng

Dian Suluh Kusuma Dewi, Yusuf Adam Hilman

Abstract


Penutupan lokalisasi bukanlah perkara mudah, sehingga memerlukan upaya yang berkesinambungan yang memadukan sinergitas berbagai lembaga pemerintah, masyarakat dan juga Non Government Organization. Kajian ini bertujuan untuk mengupas teknis penutupan lokalisasi kedung banteng, yang menjadi lokalisasi ke 46 yang secara resmi ditutup, bagaimanakah langkah – langkah strategisnya. Kajian ini menggunakan metode penelitian diskriptif, dengan menganalisis data primer dan sekunder, berupa observasi, dokumentasi, dan hasil wawancara. Proses penutupan dilakukan setelah terbit beberapa aturan hukum. Secara umum proses penutupan telah selesai, namun kemudian muncul beberapa persoalan terkait keberadaan eks pekerja seks komersial yang sulit untuk dikendalikan, karena beberapa program dianggap tidak efektif. fakta di lapangan banyak sekali persoalaan yang belum selesai, terkait dana kompensasi yang diberikan kepada eks – pekerja seks komersial selain jumlahnya yang tidak sama, para pekerja tersebut merasa dana yang diberikan sangat minim, walaupun demikian proses penutupan lokalisasi sudah berhasil dilaksanakan. Secara sosiologis kebijakan tersebut berpengaruh terhadap masyarkaat sekitar dan juga para eks pekerja komersil yang memulai hidup & usaha baru demi kelangsungan hidupnya.


Keywords


Pekerja Seks Komersial; Pemberdayaan Perempuan

Full Text:

PDF

References


Arista, R., Putranti, A., Ririanty, M., & Nafikadini, I. (2017). Peran Perangkat Desa dan Kecamatan terhadap Pengendalian Peningkatan Seks Bebas Melalui Keberadaan Warung Kopi ( Studi Kasus di Kabupaten Jember ) ( The Role of Village and Subdistrict Staff in Controlling The Enhancement of Free Sex Through The Existence. Pustaka Kesehatan, 5(2), 199–205. Retrieved from https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JPK/article/view/5488/4113

AS, H. A. S. (2011). Dakw ah pada pekerja seks komersial. KOMUNIKASI ISLAM, 01(01), 1–15. Retrieved from http://jki.uinsby.ac.id/index.php/jki/article/view/91/68

Ati, N. U., Saroh, S., Hidayati, N., & Malang, U. I. (2015). EMPOWERMENT MODEL FOR ADOLESCENTS FALLEN INTO PROSTITUTION IN THEREGENCY OF MALANG. Pelopor, 9(1), 105–132. Retrieved from http://riset.unisma.ac.id/index.php/fia/article/view/172

Dita Fatika Sari, M. F. M. (2011). Proses Pemberdayaan Bagi Warga Terdampak Penutupan Lokalisasi Dolly Di Kelurahan Putat Jaya Kecamatan Sawahan Surabaya PROSES PEMBERDAYAAN BAGI WARGA TERDAMPAK PENUTUPAN SURABAYA Proses Pemberdayaan Bagi Warga Terdampak Penutupan Lokalisasi Dolly Di Kelur. Publika, 4(3), 1–7.

Gunawan Prakoso, Ani Purwanti, D. W. (2016). Gunawan Prakoso *, Ani Purwanti , Dyah Wijaningsih merupakan Pemrintah Daerah kabupaten Belitung dalam. Diponegoro Law Journal,5(4), 1–17. Retrieved from https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/dlr/article/view/12771/12382

Hasneli. (2015). Pembinaan Kesehatan Mental terhadap Eks Wanita Tuna Susila. UNISIA, XXXVII(82), 48–56.

Irwandy Samad. (2012). Pelacuran dalam Perspektif Kriminalistik. Lex Crimen, 1(4), 60–78. Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexcrimen/article/view/902/717

M. Zainuddin. (2016). KAJIAN DAMPAK KEBIJAKAN PENUTUPAN LOKALISASI TELEJU OLEH PEMERINTAH KOTA PEKANBARU. Ilmu Pemerintahan Nahkoda, 15(26), 78–88. Retrieved from https://ejournal.unri.ac.id/index.php/JIPN/article/view/3846/3738

Miwa Patnani. (1999). Prostitusi : antara Pilihan dan Keterpaksaan. Kognisi, 3(2), 57–60. Retrieved from http://journals.ums.ac.id/index.php/indigenous/article/view/4603/2992

Nida Issabela, W. H. (2010). Resiliensi pada Keluarga yang Tinggal di Lingkungan. Jurnal Insan Media Psikologi, 12(03), 176–186. Retrieved from journal.unair.ac.id

Permadi, A. S. (n.d.). Proceeding seminar nasional “ Selamatkan Generasi Bangsa dengan Membentuk Karakter Berbasis Kearifan Lokal". In Menjadi Pelacur : Studi Fenomenologis tentang Proses terbentuknya Motif Melacur pada Warga Desa x(pp. 1–8). Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta. Retrieved from https://publikasiilmiah.ums.ac.id/xmlui/bitstream/handle/11617/6511/1-Aad Satria Permadi.pdf?sequence=1&isAllowed=y

Supriyadi Widodo Eddyono, Rio Hendra, A. A. B. (2017). Melawan Praktik Prostitusi Anak di Indonesia dan Tantangannya. Instutite for Criminal Justice Reform. Retrieved from http://icjr.or.id

Tri Yanuar Ahmad. (2014). SEBAGAI MEDIA PROMOSI BAND MYVIOLAINE MORNING. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Retrieved from http://repository.fisip-untirta.ac.id/387/1/KOM - PEMANFAATAN JEJARING SOSIAL SOUNDCLOUD SEBAGAI MEDIA PROMOSI BAND MY VIOLAINE MORNING.pdf

Vive Vike Mantiri. (2014). Prilaku Menyimpang di Kalangan Remaja di Kelurahan Pondang, Kecamatan Amurang Timur Kabupaten Minahasa Selatan. Acta Diurna, III(1), 1–13. Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/actadiurna/article/view/4476/4003

Achmad Faizal. (2015). Lokalisasi Prostitusi Kedung Banteng Ponorogo Ditutup. Kompas.com. https://regional.kompas.com/read/2015/06/08/18333311/Lokalisasi.Prostitusi.Kedung.Banteng.Ponorogo.Ditutup. diakses pada 11 Agustus 2018.

Dili Eyato. (2015). Lokalisasi Kedung Banteng, Ponorogo Ditutup. Sindonews. https://nasional.sindonews.com/read/1010525/149/lokalisasi-kedung-banteng-ponorogo-ditutup-1433821952. diakses pada 11 Agustus 2018.

Zen Arivin. (2016). Dari 47 Lokalisasi di Jatim, Balongcangkring yang Terakhir Ditutup. Okezone news. https://news.okezone.com/read/2016/05/29/519/1400741/dari-47-lokalisasi-di-jatim-balongcangkring-yang-terakhir-ditutupdiakses pada 11 Agustus 2018.




DOI: http://dx.doi.org/10.24905/jip.v4i1.1082

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Collaboration with:


Office: Jl. Halmahera Km. 1 Kota Tegal, Jawa Tengah. Indonesia | Phone. (0283) 323290 | Program Studi Ilmu Pemerintahan, Universitas Pancasakti Tegal