Politik Patronase dan Klientelisme Purnawirawan Tni Pada Pemilu Legislatif

Teguh Anggoro

Abstract


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya purnawiran TNI yang menjadi Caleg di DPRD Kota Banjar, Jawa Barat.  Pola patronase dan klientelisme masih menjadi idola para purnawirawan untuk mendulang suara. Mereka masih terjebak pada pola patronase dan klientelisme yang banyak dimainkan oleh politisi sipil lainnya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana pola patronase dan klintalisme yang dijalankan oleh purnawirawan TNI dalam memenangkan pemilu legislatif di Kota Banjar Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan di Kota Banjar Provinsi Jawa Barat, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini akan menggali lebih jauh terhadap fenomena patronase dan klientelisme yang dilakukan purnawirawan. Hasil penelitian menunjukan, dijalankannnya pola patronase dan klientelisme oleh para purnawirawan. Pola patronase sebatas pada pemberian pribadi (individual gift) dan politik ‘gentong babi’ (pork barrel). Selain pola patronase, pola klintelisme juga masih menjadi idola mereka untuk memobilisasi masssa pada setiap sosialisasi/kampanye.


Keywords


Patronase; Klientelisme; Pemilu; Purnawirawan

Full Text:

PDF

References


Abercrombie, Nicholas, Hill, S., & Tumer, B. S. (1984). Dictionary of Sociology. London: Penguin Books. Adejumobi, S. (1999). Privatisation policy and the delivery of social welfare services in Africa: A Nigerian example. Journal of Social Development in Africa, 14(2), 87–108. Alagappa, M. (2001). Coercion and governance: the declining political role of the military in Asia. Stanford University Press. Aspinall, E., & Sukmajati, M. (2015). Politik Uang di Indonesia: Patronase dan Klientalisme pada pemilu Legislatif 2014. Yogyakarta: PolGov. Becker, W. R. (2001). Retired Generals and Partisan Politics: Is A Time Out Required? Strategy Research Project. Pennsylvania: US Army War College, Carlisle Barracks. Creswell, W, J., Clark, V. L., & Plano. (2007). Designing and Conducting Mixed Methods Research. Thousand Oaks, CA: Thousand Oaks, CA. Hopkin, J. (2006). Clientelism and party politics. Handbook of Party Politics, 406–412. Hutchcroft, P. D. (2014). Linking Capital and Countryside: Patronage and Clientelism in Japan, Thailand, and the Philippines. Clientelism, Social Policy and the Quality of Democracy, 174–203. Janowitz, M. (1960). The Professional Soldier: A Social and Political Portrait. New York: The Free Press. Marijan, K. (2010). Sistem Politik Indonesia, Konsolidasi Demokrasi Pasca Orde Baru. Jakarta: Prenada Media Group. Milles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis, A Methods Sourcebook. Arizona State University: SAGE. Muller, W. C. (2014). Patronase Partai Dan Kolonisasi Partai Atas Negara, dalam Richard S. Katz & William Crotty.”Handbook Partai Politik”. Bandung: Nusamedia. Muno, W. (2010). Conceptualizing and Measuring Clientelism. GIGA Working Papers, (23), 1–26. Pratama, R. A. (2017). PATRONASE DAN KLIENTALISME PADA PILKADA SERENTAK KOTA KENDARI TAHUN 2017. Wacana Politik, 2(1), 33–44. Scott, J. C. (1972). Patron-Client Politics and Political Change in Southeast Asia. American Political Science Review, 66(01), 91–113. https://doi.org/10.2307/1959280 Shefter, M. (1994). Political Parties and the State : The American Historical Experience. Princeton: Princeton University Press. TOMSA, A. D., & Ufen, A. (2012). Introduction: party politics and clientelism in Southeast Asia. In Party Politics in Southeast Asia (pp. 19–37). Routledge. Winichakul, T. (2008). Toppling democracy. Journal of Contemporary Asia, 38(1), 11–37.




DOI: http://dx.doi.org/10.24905/jip.v4i1.1242

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Collaboration with:


Office: Jl. Halmahera Km. 1 Kota Tegal, Jawa Tengah. Indonesia | Phone. (0283) 323290 | Program Studi Ilmu Pemerintahan, Universitas Pancasakti Tegal