Strategi Kerjasama Antar Daerah Dalam Penanganan Sumber Daya Air (Studi Kasus Sungai Ciliwung)

faqih alfian, dian vitaloka

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana Pemerintah Daerah administratif DAS Ciliwung mengintegrasikan kepentingan politik dalam mengelola DAS Ciliwung. Kebijakan antar daerah sering terjadi karena belum adanya peraturan yang melindungi DAS Ciliwung dari kepentingan- kepentingan politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan tinjauan konseptual good environmental governance yang merupakan sebuah desain kebijakan tata kelola pemerintahan dalam mengkonservasi lingkungan. Serta melihat bagaimana kolaborasi tata kelola yang dipakai sebagai alat dalam konservasi DAS Ciliwung. Hasil dari penelitian ini adalah bentuk kerjasama pengelolaan DAS Ciliwung berupa pembagian peran antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat. Pemerintah pusat memiliki peran untuk membuat kebijakan makro perencanaan pengelolaan DAS Ciliwung, sedangkan Pemerintah Daerah memiliki peran untuk mengimplementasikan kebijakan yang disusun oleh pemerintah pusat terkait pengelolaan DAS Ciliwung dan sektor swasta memiliki peran untuk mengelola lingkungan dengan melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR). Meskipun demikian, strategi tersebut belum berjalan optimal karena pemerintah kurang mengoptimalkan peran masyarakat dalam pengelolaan DAS Ciliwung.


Keywords


Collaborative governanc; Environmental Governance

Full Text:

PDF

References


Asdak, C. (2002). Hidrologi dan pengelolaan daerah aliran sungai.

Borja, A., Elliott, M., Andersen, J. H., Cardoso, A. C., Carstensen, J., Ferreira, J. G., … Zampoukas, N. (2013). Good Environmental Status of marine ecosystems: What is it and how do we know when we have attained it? Marine Pollution Bulletin, 76(1–2), 16–27. https://doi.org/10.1016/j.marpolbul.2013.08.042

Boyes, S. J., Elliott, M., Murillas-Maza, A., Papadopoulou, N., & Uyarra, M. C. (2016). Is existing legislation fit-for-purpose to achieve Good Environmental Status in European seas? Marine Pollution Bulletin, 111(1–2), 18–32. https://doi.org/10.1016/j.marpolbul.2016.06.079

Debarbieuxb, J. B. and B., & AInstitute. (2011). Major challenges in regional environmental governance research and practice. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 14, 1–8. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2011.03.010

Denhardt, R. B., & Denhardt, J. V. (2000). The New Public Service: Serving Rather than Steering. Public Administration Review, 60(6), 549–559. https://doi.org/10.1111/0033-3352.00117

Eko.T, S. R. (2012). Perubahan Penggunaan Lahan dan Kesesuaiannya terhadap RDTR di Wilayah Peri-Urban Studi Kasus: Kecamatan Mlati. Jurnal Pembangunan Wilayah Dan Kota, 8(4), 330–340. Retrieved from http://www.ejournal.undip.ac.id/index.php/pwk/article/download/6487/5352

Fajarini, R. (2014). Dinamika perubahan penggunaan lahan dan perencanaan tata ruang di Kabupaten Bogor. Retrieved from http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/73120

Gunawan, D. H. (2013). Perubahan Sosial di Pedesaan Bali. Retrieved from http://repository.uksw.edu/handle/123456789/3345

Paavola, J. (2007). Institutions and environmental governance: A reconceptualization. Ecological Economics, 63(1), 93–103. https://doi.org/10.1016/J.ECOLECON.2006.09.026

Pramono, N. A. J. & I. B. (2013). Kerentanan Sosial Ekonomi Dan Biofisik Di DAS Serayu: Collaborative Management. Jurnal Penelitian Sosial Dan Ekonomi Kehutanan, 10(3). Retrieved from http://forda-mof.org/files/Jurnal_Sosek_vol_10_no_3_2013-1.Nur_Ainun_n_Irfan_Budi.pdf

Prefontaine, L Ricard, L Sicotte, H. T. (2000). New models of collaboration for public service delivery. Ctg.Albany.Edu. Retrieved from https://www.ctg.albany.edu/publications/reports/new_models_wp?chapter=&PrintVersion=2

Raharja, S., & Lestari. (2010). Pendekatan Kolaboratif dalam Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Citarum. Jurnal Bumi Lestari. Retrieved from https://ojs.unud.ac.id/index.php/blje/article/view/125

Resol., L. B. (2009). Collaborative governance: emerging practices and the incomplete legal framework for public and stakeholder voice. HeinOnline. Retrieved from http://heinonline.org/hol-cgi-bin/get_pdf.cgi?handle=hein.journals/jdisres2009&section=17

Riley, J. (2002). Stakeholders in rural development: Critical collaboration in state-NGO partnerships. Retrieved from https://www.google.com/books?hl=id&lr=&id=txpccvg8FJwC&oi=fnd&pg=PA8&dq=Riley,+Jhon+M.+2002.+Stakeholder+in+Rural+Development:+Critical+Collaboration+in+State-NGO+Partnership.+Sage+Publication,+London.&ots=7WlY5SZQRX&sig=4suxDc8SzpQ6DggZ9isRPW6Rkhw

Rosen, E. (1993). Improving public sector productivity: Concepts and practice. Retrieved from https://www.google.com/books?hl=id&lr=&id=QMww4d4TyZ8C&oi=fnd&pg=PA1&dq=Rosen,+E.D.+1993.+Improving+Public+Sector+Productivity:+Concept+and+Practice.+London:+Sage+Publications,+International+Educational+and+Professional+Publisher.&ots=wxjd87Z7h_&sig=DCBJZPECTb39ZIcNAoidk4IlGeo




DOI: http://dx.doi.org/10.24905/jip.v3i1.898

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Collaboration with:


The work is licensed under a

Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License