Pengembangan Modul Fisika Dasar I Berbasis Literasi Sains

  • Mukhammad Aji Fatkhurrohman Universitas Pancasakti Tegal
  • Retna Kusuma Astuti Universitas Pancasakti Tegal
Keywords: Modul, fisika dasar, literasi sains

Abstract

Hasil PISA (Programme for International Student Assessment) dari tahun 2000, sampai 2012 skor literasi sains siswa Indonesia jauh di bawah rata-rata. Mahasiswa pendidikan IPA yang merupakan cikal bakal guru IPA SMP/MTs perlu ditingkatkan kualitasnya, dikarenakan setelah menjadi guru mereka mempunyai tangung jawab mampu meningkatkan kemampuan literasi sains siswa. Upaya peningkatan kualitas mahasiswa IPA dalam kemampuan literasi sains salah satunya dengan penggunaan modul Fisika Dasar I berbasis literasi sains. Tujuan penelitian ini untuk menentukan kevalidan, tingkat keterbacaan dan keefektifan modul yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan subjek penelitian yaitu mahasiswa pendidikan IPA Universitas Pancasakti Tegal. Langkah-langkah penelitian meliputi analisis kebutuhan, tahap pengembangan, proses pembuatan modul Fisika Dasar I berbasis literasi sains, validasi oleh validator, evaluasi dan penyempurnaan, uji coba produk, produk akhir modul Fisika Dasar I berbasis literasi sains yang teruji kevalidannya, tingkat keterbacaan dan keefektifannya. Validasi dilakukan oleh validator ahli. Ujicoba skala terbatas digunakan untuk menguji tingkat keterbacaan dan ujicoba skala luas menggunakan posttest only control design. Hasil penelitian berupa pengembangan modul Fisika Dasar I berbasis literasi sains pokok bahasan Osilasi dan Gelombang memiliki kevalidan tinggi, tingkat keterbacaan mudah dipahami dan efektif untuk meningkatkan literasi sains mahasiswa program studi Pendidikan IPA UPS Tegal.

References

Akgul, E. M. (2004). “Teaching Scientific Literacy Through A Science Technology and Society Course: Prospective Elementary Science Teacher’s Caseâ€. The Turkish Online Journal of Educational Technology, 3(4): 58-61. Badan Penelitian dan Pengembangan. (2016). Survai International PISA. http://litbang.kemdikbud.go.id/index.php/survei-internasional-pisa (diakses 5 Maret 2016). Chiappetta, E. L., David, A. F., & Godrej, H. S. (1991).“A Methode to Quantify Themes of Scientific Literacy in Scinece Textbooksâ€.Journal of Research in Teaching, 28(8): 713-725. Maturradiyah, N danRusilowati, A. (2015).“Analisis Buku Ajar Fisika SMA Kelas XII di Kabupaten Pati Berdasarkan Muatan Literasi Sainsâ€. Unnes Physics Education Journal, 4(1): 17-20. Nurfuadah, R.N. (2013). Miris, Indeks Kepintaran Anak Indonesia Jeblok! http://news.okezone.com/read/2013/12/06/373/908225/miris-ndeks-kepintaran-anak-indonesia-jeblok (diakses 5 Maret 2016). Sadiman, A., Rahardjo, R., Haryono, A., dan Rahardjito. (1996). Media Pendidikan. Jakarta: Pustekkom Dikbud dan Raja Grafindo Persada. Schacter, J. (2006). Teacher performance-based accountability: why, what and how.http://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download?doi=10.1.1.419.6379&rep=rep1&type=pdf (diunduh tanggal 8 Maret 2016). Sudijono, A. (2008). Pengantar Statistika Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Sugiono. 2004. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta. Sukardi.(2009). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: BumiAksara. Widodo, A.T. (1993). Tingkat Keterbacaan Suatu Teks: Suatu Evaluasi terhadap Buku Teks Ilmu Kimia kelas satu Sekolah Menengah Atas. Disertasi. Program pascasarjana IKIP Jakarta. Wilujeng, I. (2012). “Redesain Kurikulum S1 Pendidikan IPA Menuju Standards for Secondary Science Teacher Preparationâ€. Prosiding. Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA di Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta, 2 Juni.

Published
2017-10-31
Section
Articles