PEMBAGIAN PERAN SUAMI ISTERI DALAM KELUARGA ISLAM INDONESIA (Analisis Gender terhadap Inpres No. 1 tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam)

Achmad Irwan Hamzani

Abstract


Persoalan mendasar dalam membahas posisi kaum perempuan dalam keluarga Islam adalah; apakah posisi kaum perempuan di dalam masyarakat saat ini telah merefleksikan ajaran Islam. Respon umat Islam tentang pertanyaan ini beragam. Ada yang menganggap bahwa relasi laki-laki dengan perempuan telah sesuai dengan ajaran Islam. Ada pula yang menganggap bahwa kaum perempuan berada dalam sistem yang diskriminatif. Penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi bias gender terhadap pembagian peran suami isteri dalam Kompilasi Hukum Islam. Selanjutnya mendeskripsikan apakah Kompilasi Hukum Islam sebagai cermin hukum Islam khas Indonesia dalam merumuskan pembagian peran suami isteri telah merefleksikan semangat moral ajaran Islam yang menjunjung tinggi keadilan dan persamaan atau tidak. Hasil penelitian ini menunjukkan; jika diukur dengan analisis gender, Kompilasi Hukum Islam masih bias gender. Pembagian peran suami sebagai kepala keluarga, isteri sebagai ibu rumah tangga akan berdampak pada penempatkan perempuan pada sektor domestik dan laki-laki pada sektor publik yang menyebabkan bias ketergantungan ekonomis bagi isteri. Jika merujuk semangat dan cita-cita moral ajaran Islam yang mengajarkan persamaan hak dan keadilan, rumusan tentang pembagian peran suami isteri dalam Kompilasi Hukum Islam apabila dipahami dan diterapkan secara kaku dengan memposisikan perempuan lebih rendah dari laki-laki, justru bisa bertentangan. Oleh karena itu isi Kompilasi Hukum Islam sudah saatnya direkonstruksi seiring sedang digodognya Rancangan Undang-undang Peradilan Agama yang baru.

 

Keyword; pembagian peran, gender, kompilasi hukum Islam.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.