KAJIAN HUKUM TENTANG PENERAPAN FUNGSI SOSIAL HAK CIPTA (COPYLEFT) DI INDONESIA

Kanti Rahayu

Abstract


Prinsip yang diusung oleh copyleft adalah meniadakan hak ekonomi namun tetap mengusung hak moral dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Karena anggapan sebagian orang tentang  monopoli dan kapitalisme yang muncul dalam HKI adalah diakibatkan adanya hak ekonomi yang kemudian terkesan menghilangkan fungsi sosialnya.  Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta secara eksplisit menjelaskan tentang fungsi sosial, akan tetapi itupun masih terbatas pada pendidikan, penelitian, dan untuk penegakan hukum. Jika tidak dalam masuk kategori itu, maka membayar royalti merupakan sebuah keharusan. Oleh karenanya dengan sistem copyleft maka harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, karna pada dasarnya copyleft ini tidak melanggar konsep hak cipta. Hal ini dikarenakan dalam satu karya cipta yang sudah di- copyleft- kan didalamnya sudah terdapat copyright, akan tetapi dalam copyright tersebut ditambahkan ketentuan distribusi, sebagai perangkat sah yang memberikan hak kepada setiap orang untuk menggunakan, mengubah, dan mendistribusikan kembali karya cipta tersebut atau turunannya.

Kata Kunci : Fungsi Sosial Hak Cipta (Copyleft


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.