ANALISA PERBANDINGAN DAYA DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR ANTARA PENGAPIAN STANDAR DENGAN PENGAPIAN MENGGUNAKAN BOOSTER PADA MESIN TOYOTA KIJANG SERI 7K

Akhmad Ali Fadoli, Mustaqim ., Zulfah .

Abstract


Pada motor bensin, tenaga yang dihasilkan merupakan hasil dari proses pembakaran
campuran bahan bakar dan udara. Proses tersebut terjadi karena adanya percikan bunga api busi
dari suatu rangkaian listrik yang biasa disebut sistempengapian. Pada awalnya sistem pengapian
bermula dari konvensional dan
berkembang menjadi elektronik. Pada sistem pengapian konvensional cara kerjanya masih secara
mekanik, sehingga masih banyak kekurangannya.
Seiring dengan kemajuan teknologi maka semakin banyak pula komponen yang
diproduksi yang ditujukan untuk memperbaiki atau meningkatkan performa mesin kendaraan
bermotor. Salah satunya adalah komponen untuk memperbaiki sistem pengapian yaitu  booster
pengapian.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah perbedaan daya dan
konsumsi bahan bakar antara pengapian standar dengan pengapian yang menggunakan  booster
pada mesin Toyota seri 7K dengan variasi putaran mesin 1000,1400, 1800, 2200, 2600, 3000,
3400, 3800, 4200, dan 4600 rpm.
Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan
metode Observasi dan Eksperimen yaitu dengan cara pengamatan langsung serta mencatat hasil
pada obyek yang diamati, pada metode eksperimen pengujian yang pertama dilakukan yaitu
menggunakan sistem pengapian standar kemudian dilanjutkan dan dibandingkan dengan
pengapian yang menggunakan  booster, Sedangkan analisis data hasil penelitian dengan analisis
deskriptif yang dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan daya dan konsumsi bahan bakar
mesin Toyota Kijang seri 7K pada beberapa variasi putaran mesin.
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan positif pada daya mesin dan
konsumsi bahan bakar Spesifik (sfc) antara pengapian standar dengan pengapian yang
menggunakan  booster. Daya mesin maksimal yang dihasilkan pada sistem pengapian yang
menggunakan  booster  sebesar 27,85 kW pada 2200 rpm atau naik 4,77% dari daya mesin
maksimal sistem pengapian standar (26,58 kW). Prosentase kenaikan reratanya sebesar 5,7%.
Sedangkan untuk konsumsi bahan bakar spesifik (sfc) minimum sebesar 0,143 kg/kW-h pada
1800 rpm atau turun 2,45% dari pengapian standar (0,147 kg/kW-h). Prosentase penurunan
reratanya sebesar 6,91%. Sehingga pemakain booster baik digunakan untuk memperbaiki system
pengapian karena dapat meningkatkan daya dan menghemat pemakaian bahan bakar.
Kata Kunci :   Booster, Daya, sfc

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Visitor statistic of Engineering