Main Article Content

Abstract

Beton sekarang sangat diminati di pembangunan konstruksi Indonesia, dengan perkembangan pesat ini beton sering digunakan dalam pembangunan konstruksi dengan memanfaatkan limbah konstruksi dan rumah tangga, inovasi beton ini maka diharapkan pengurangan limbah dilakukan dengan cara sebaik mungkin dengan metode yang tepat, limbah yang sering di temui di lingkungan sekitar yaitu limbah plastik karena apabila limbah plastik dibiarkan saja akan terjadi penumpukan limbah dan akan merusak ekosistem tanah dari kehidupan manusia. Oleh karena itu, penulis mencoba memanfaatkan limbah plastik yang sering ditemui di lingkungan sekitar seperti limbah Plastik jenis LDPE (Low Density polyethylene) dan PET (Polyethylene Terephthalate) sebagai bahan substitusi pengganti pasir atau agregat halus dalam pembuatan beton paving block. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan metode eco-brick  (reduce, reuse, recycle) yaitu memanfaatkan limbah plastik jenis LDPE dan PET diolah sebagai bahan pengganti agregat halus. Tujuannya yaitu untuk mengetahui daya tahan beton paving block terhadap kuat tekan yang dihasilkan dengan variasi Tipe I (1 Pc : 1,5 Psr  : 3 Split) dan Tipe II (1 Pc : 1,5 Psr  : 4 Split) semen : split 0,5 : pasir, dengan presentase limbah yaitu 15% bahan tambah limbah plastik terhadap jumlah berat pasir pada umur beton 14 hari dan 28 hari. Dari pengujian kuat tekan beton paving block yang dihasilkan kuat tekan rata-rata beton pada umur 14 hari pada sampel benda uji beton paving block dengan variasi limbah plastik LDPE dan PET dari jumlah berat pasir menghasilkan kuat tekan rata – rata beton pada Tipe I (1 Pc : 1,5 Psr  : 3 Split) benda uji PP-15% (LDPE + PET 15%) = 10,95 Mpa atau setara 134,51 Kg/cm²; dengan sifat fisika memasuki kelas mutu D serta  penyerapan air 3,14%. Tipe II (1 Pc : 1,5 Psr  : 4 Split) benda uji PP-15% (LDPE + PET 15%) = 7,30 Mpa atau setara 89,67 Kg/cm²; dengan penyerapan air 2,35 %; Sedangkan nilai kuat tekan beton umur 28 hari menghasilkan nilai kuat tekan rata-rata beton pada Tipe I (1 Pc : 1,5 Psr  : 3 Split) benda uji PP-15% (LDPE + PET 15%) = 21,11 Mpa atau setara 259,28 Kg/cm²; dan memasuki sifat fisika kelas mutu A serta penyerapan air 3,49%;  Tipe II (1 Pc : 1,5 Psr  : 4 Split) benda uji PP-15% (LDPE + PET 15%) = 7,62 Mpa atau setara 93,57 Kg/cm²; dengan penyerapan air 4,87%; menghasilkan nilai kuat tekan tertinggi pada umur 28 hari di variasi Tipe I (1 Pc : 1,5 Psr  : 3 Split) PP-15%  (LDPE + PET 15%) sebesar 21,11 Mpa atau  setara 259,28 Kg/cm² dan memasuki sifat fisika kelas  mutu A.  Nilai kuat tekan minimum pada variasi Tipe II (1 Pc : 1,5 Psr  : 4 Split) PP-15% (LDPE + PET 15%) dengan nilai kuat tekan 7,62 Mpa setara 93,57 Kg/cm² dengan sifat fisika tidak memasuki sifat fisika manapun dan penyerapan air tertinggi pada umur 28 hari di variasi Tipe II (1 Pc : 1,5 Psr  : 4 Split)  di benda uji PP-15% (LDPE + PET 15%) penyerapan air sebesar 4,87% dan penyerapan air minimum pada variasi Tipe I (1 Pc : 1,5 Psr  : 3 Split) di benda uji PP-15% (LDPE + PET 15%)  dengan penyerapan air sebesar 3,49%. Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa semakin besar presentase perbandingan dalam variasi penggunaan material split 0,5 cm yang tinggi sangat mempengaruhi hasil kuat tekan beton pada beton paving block menjadi lebih rendah sehingga semakin menurunkan kuat tekan beton yang dihasilkan, dan material limbah plastik yang terlalu tinggi menjadi beton paving block lebih berat dibanding beton paving block normal.

Keywords

Beton Paving block, Kuat Tekan dan Penyerapan air, Limbah plastik LDPE

Article Details