Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Perencanaan, pelaksanaan dan pertanggung jawaban pemanfaatan Desa di Desa Wayame Kecamatan Teluk Ambon Kota Ambon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan desa Wayame dalam pengelolaan DD dan ADD sudah dapat dikatakan transparan. Sedangkan untuk Pelaksanaan dan  Pertanggung jawaban pemanfaatan dana desa di Desa Wayame sudah berjalan namun masih belum maksimal. Pemerintah desa  wayame telah mewujudkan prinsip akuntabilitas dalam pengelolaan Alokasi Dana. Sasaran pemanfaatan dana desa lebih dikhususkan untuk pemberdayaan dibandingkan dengan pembangunan fisik ternyata di desa wayame pemanfaatan dana desa lebih banyak diarahkan ke pembangunan fisik dengan demikian bahwa pemanfaatan dana desa di desa wayame diketahui belum sesuai apa yang diamanatkan Undang-Undang.

Keywords

Good Governance Keuangan desa

Article Details

References

  1. Agus, D. (2006). Mewujudkan Good Governnance melalui pelayanan public. UGM Press.
  2. Astuti, T. P. dan Y. (2016). Good Governance Pengelolaan Keuangan Desa Menyongsong Berlakunya Undang-Undang No. 6 Tahun 2014. Akuntansi Dan Keuangan, 1(1), 1–14.
  3. Efendy, S. (2009). Membangun Budaya Birokrasi untuk Good Governance. Lokakarya Reformasi Birokrasi. Departemen Pemberdayaan Aparatur.
  4. Febri Arifiyanto, D., & Kurrohman, T. (2014). Akuntabilitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa Di Kabupaten Jember. Jurnal Riset Akuntansi Dan Keuangan, 2(3), 473. https://doi.org/10.17509/jrak.v2i3.6598
  5. Nurcholis, H. (2011). Pertumbuhan dan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa. Penerbit Erlangga.
  6. Putra, P. A. S., Sinarwati, K., & Wahyuni, M. A. (2017). Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. E-Journal S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha, 8(2), 1–11. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/S1ak/article/view/12270
  7. Safitri, T. A., & Fathah, R. N. (2018). Pengelolaan Alokasi Dana Desa Dalam Mewujudkan Good Governance. Jurnal Litbang Sukowati?: Media Penelitian Dan Pengembangan, 2(1), 89–105. https://doi.org/10.32630/sukowati.v2i1.49
  8. Sugiono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta.
  9. Suhu, La Bakri; Wance, M. (2019). PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI RUMPUT LAUT DI KABUPATEN HALMAHERA SELATAN (Studi Desa Mano Kecamatan Obi Selatan). Jurnal Of Goverment-JOG, 4(2), 156–172.
  10. Suhu. B, , Wance. M, Pora. R, Kaunar. S, D. s. (2019). Intervensi Swasta Dalam Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Di Desa Madapolo Kabupaten Halmahera Selatan( Study atCentral Madaopolo Village , North Obi District ). Jurnal Tta Sejuta STIA Mataram, 5(2), 15.
  11. Wance, M., Muhtar, M., & Kaliky, P. I. (2020). PKM Penyelenggaraan Pemerintahan Dalam Perencanaan Pembangunan Negeri Hila Kabupaten Maluku Tengah. CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 229–338. https://doi.org/10.31960/caradde.v2i2.372
  12. Wibawa, S. (2006). Mewujudkan Good Governance Melalui Pelayanan Publik. UGM Press.