Main Article Content

Abstract

Secara umum pemilihan kepala Desa secara langsung merupakan bagian terpenting dalam menjalankan demokrasi di tingkat Desa dalam mekanisme suksesi elit yang ada di Desa. Pemilihan Kepala Desa merupakan salah satu amant yang sudah tertuang dalam Undang-Undang 6 tahun 2014 tentang Desa yang mana memberikan hak yang seluas-luasnya dalam menjalankan Demokratisasi di tingkat Desa. Penelitin ini akan membahas tentang bagaimana keterpilihan calon kepala Desa dalam pemilihan kepala Desa serentak di Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metodologi Deskriptif kualitatif yang akan menjabarkan tentang bagaimana secara umum keterpilihan para peserta pemilihan kepala Desa serentak ini. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa dari total 16 Desa yang mengikuti Pemilihan Kepala Desa serentak ini ternyata Petahana atau kepala Desa lama yang mencalonkan lagi memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menang kembali menjadi kepala Desa. Terbukti dari total 11 petahana ada 7 orang yang memang terpilih lagi menjadi kepala Desa dan 4 orang petahana tidak terpilih lagi menjadi kepala Desa. Itu semua menunjukkan bahwa ditingkat Desa sekalipun Petahana memiliki kesempatan keterpilihan yang lebih besar untuk menang di Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang.

Keywords

Elektabilitas Pemilu Kepala Desa

Article Details

Author Biography

Unggul Sugiharto, Universitas Pancasakti Tegal

Program Studi Ilmu Pemerintahan

References

  1. Ardilah, T., Makmur, M., & Hanafi, I. (2017). Upaya Kepala Desa Untuk Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Desa (Studi Di Desa Bareng Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang). Jurnal Administrasi Publik, 71-77.
  2. Dpr-Ri. (2014, 5 1). Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia. Retrieved 01 14, 2019, From Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia: Http://Www.Dpr.Go.Id/Dokjdih/Document/Uu/Uu_2014_6.Pdf
  3. Dpr-Ri. (2017, 11 13). Uu No 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu. Retrieved 01 15, 2019, From Rumahpemilu.Org: Https://Rumahpemilu.Org/Wp-Content/Uploads/2017/08/Uu-No.7-Tahun-2017-Tentang-Pemilu.Pdf
  4. Kasmiah. (2014). Peranan Pemerintah Desa Untuk Meningkatkan Partisipasi (Studi Kasus Di Desa Mantang Besar Kecamatan Mantang Kabupaten Bintan). Jurnal Universitas Maritim Raja Ali Haji, 1-18.
  5. Labolo, M. (2017). Peluang Dan Ancaman Otonomi Desa Pasca Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa . Jurnal Ilmiah Wahana Bhakti Praja, 73-82.
  6. Nuraini, S. (2010). Hubungan Kekuasaan Elit Pemerintahan Desa. Jurnal Kybernan, 1(1) 2010, 1–13.
  7. Nurdiansyah, F. (2016). Politik Pada Pemilihan Kepala Desa Yang Dipengaruhi Oleh Kiai ( Desa Bakalanpule Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan ). Jurnal Unesa, 6 (2) 2018, 644-655
  8. Pemda-Pemalang. (2018). Rekapitulasi Hasil Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Kecamatan Taman Tahun 2018. Pemalang.
  9. Sanit, A. (1985). Perwakilan Politik Di Indonesia. Jakarta: Cv Rajawali.
  10. Surbakti, R. (1992). Memahami Ilmu Politik. Jakarta: Pt Grasindo.
  11. Tri Sambodo, G., & Pribadi, U. (2017). Pelaksanaan Collaborative Governance Di Desa Budaya Brosot, Galur, Kulonprogo, Di. Yogyakarta. Journal Of Governance And Public Policy, 3(1). Https://Doi.Org/10.18196/Jgpp.2016.0052